Rencana jalan Tol Denpasar – Singaraja segera terlaksana.

Rencana jalan Tol Denpasar – Singaraja segera terlaksana.Pemprov Bali segera membangun Tol Denpasar-Buleleng untuk menjaga keseimbangan pembangunan Bali Selatan (Denpasar) dengan Bali Utara (Buleleng) yang sering dikeluhkan warga,” ujarnya.

 

Sebelum pembangunan tol benar benar akan  terealisasi, Pemprov Bali berencana mendahului dengan membuat shortcut untuk mempersingkat waktu tempuh perjalanan Denpasar-Buleleng.

 

 

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Bendungan Tapin di Desa Pipitak Jaya, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, dalam waktu dekat.Saat ini, tahapan pembangunan Bendungan Tapin sudah dimulai dengan membebaskan lahan seluas 600 hektare, pembangunan jalan sepanjang 1,4 km menuju ke arah tapak bendungan, dan pelebaran jalan PT Antang Gunung Meratus menuju ke lokasi bendungan.

Kepala Satuan Kerja Pemanfaatan Jaringan Sumber Air Balai Sungai Kalimantan II Eddy Hari Purwanto mengatakan pihaknya tengah membahas jadwal pencanangan pembangunan bendungan Tapin berikut sejumlah proyek lainnya di Kalsel.Proyek Bendungan Tapin masuk program prioritas pembangunan 49 bendungan seluruh Indonesia.Keseluruhan pekerjaan proyek bendungan akan diselesaikan dalam waktu 3,5 tahun.

Pembangunan tol Denpasar – Singaraja, untuk mendukung sarana dan investasi yang dalam perencanaan juga akan membuatkan bandara di Bali Utara.Ada empat shortcut yang dibangun tahun ini dan berdasarkan perhitungan akan mempersingkat perjalanan sekitar 1,5 jam dari waktu tempuh tiga jam perjalanan Denpasar-Buleleng.

 

 

Sudikerta berharap dengan adanya pembangunan shortcut dan tol, jarak tempuh Denpasar-Buleleng bisa dalam hitungan menit.Ia yakin investasi akan mengalir ke Buleleng tapi yang paling penting, masyarakat Buleleng tidak lagi merasa dianaktirikan.

PEMERINTAH Provinsi Bali memastikan segera membangun Tol Denpasar-Buleleng sebelumnya mulai dari Kuta-Tanah Lot-Soka-Seririt-Singaraja.”namun akhirnya kami putuskan melewati Bedugul dengan memotong gunung (Bukit Bedugul),” papar Sudikerta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *